Rabu, 04 Juli 2012

Hanya Sajak

Nyanyian lagu sendu teriring menapaki sebuah jejak tertatih.
Terseok membawa mimpi meredup senja.
Letih tak pernah membohongi rentanya api yang haus akan kedamaian.
Air mata terhampar pada kain suci setia menampung segala kegundahan di dalamnya
Rindu akan hembusan nafas pagi yang selalu dinantikan malam.
Seolah bagaikan fatamorgana di gersangnya sahara.
Satu hal yang selalu menjadi pijakan untuk sekedar menopang jiwa  dari tingginya tabir yang Kau perlihatkan.
Satu hal yang tak pernah menyurutkan asa dari suratan-Mu yang tak pernah terjamah logika.
Satu hal yang harus Kau jaga...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar