Selasa, 07 Agustus 2012

Entah



Jika angin memang sedang mempermainkanku,
maka jatuhkanlah aku di tempat yang tepat.
Jika ombak sedang menggulungku,
maka aku berharap terdampar pada tempat yang indah.
Jika matahari begitu teriknya membakar tubuhku,
maka aku berharap menemukan pohon yang sejuk.
Jika langit begitu redup dan kelam,
maka aku berharap akan adanya kesejukan hujan yang damai.
Namun secarik kertas usang mengingatkanku pada sebuah penantian,
begitu letihnya dia menunggu seseorang menyentuh
dan menghargai dirinya sebagai bukan sekedar kertas berdebu.
Letih karena tiap waktu ia harus merasa takut akan dirinya yang semakin usang,
ia tak mau hilang begitu saja.
Ia kesakitan tiap waktu,
namun tak pernah terjamah keramaian di dekatnya
Ia sering membenci dirinya sendiri,
karena tak ada hal yang bisa ia lakukan,
selain menghimpun tanya yang tak terjawab.
Entah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar